Segeran Kidul

Segeran Kidul

Kamis, 05 Agustus 2010

MAHASIWA DALAM KANCAH PERTARUNGAN INTELEKTUAL DI INDRAMAYU

“Sebuah Catatan Lepas dalam Perenungan & Kajian Mahasiswa Indramayu”
Oleh : Taufiqurrohman

Diakui atau tidak mahasiswa merupakan element yang sangat vital bagi bangsa ini dalam menapaki sejarah panjang yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak dapat tergantikan dengan apapun. Bahwa, bukan sebuah mitos kalau kaum muda, utamanya mahasiswa dengan segala kapabilitas yang di milkinya mampu menciptakan perubahan yang fenomenal baik yang bersifat mikro maupun makro. Menjadi mahasiswa adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seseorang. Hal ini tidak terlepas dari penempatan posisi seorang cendekia dalam strata sosial masyarakat Indonesia; dalam jenjang pelopor perubahan dan penentu sejarah masa depan. Sebuah posisi yang tidak mungkin dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan keilmuan mumpuni. Tidak pula oleh mereka yang telah terjebak dalam kutub-kutub kekuasaan dan modal yang telah menciptakan ruang pemisah dengan kearifan lokal.

Mahasiswa yang sering disebut banyak kalangan sebagai agen of change atau dalam kalimat yang lebih sederhana dapat diartikan sebagai agen perubahan sosial kearah yang lebih baik mungkin tidak akan berlebihan jika pada tataran riil dalam kancah pergulatan sejarah gerakan mahasiswa di Indonesia telah banyak menorehkan tinta emas untuk perubahan bangsa, tetapi semuanya hadir tidak dengan proses yang mudah layaknya membalikkan telapak tangan, melainkan butuh internalisasi dan perenungan matang serta gerakan kongkrit dalam mengeluarkan gagasan dan ide mahasaiswa kala itu ( Baca : Gerakan reformasi tahun 98 ) untuk melakukan perubahan atas ketidak adilan dan keterpurukan sistem ekonomi dan pemasungan demokrasi serta kebebasan yang di kebiri.

Gerakan mahasiswa juga merupakan bagian dari gerakan sosial yang didefinisikan sebagai upaya kolektif untuk memajukan atau melawan perubahan dalam sebuah masyarakat atau kelompok maka sangat naïf jika dalam keberadaannya mahasiswa hanya sebagai pelengkap penderita dalam kondisi sosial kemasyarakatan.

Dalam ranah mahasiswa selalu tidak akan pernah terlepas dengan pertarungan wacana dan pergulatan ilmiah intelektualitas yang kesemuanya lahir dan berkembang dikampus sebagai sebuah laboratorium munculnya tokoh besar skala nasional, regional maupun lokal. Indramayu adalah salah satu bahan kajian yang dapat kita identifikasi menjadi bagian dari munculnya tokoh yang muncul dari kalangan akademis kritis mahasiswa.

Kampus yang tersebar dipenjuru Indramayu tidak semuanya mempunyai pandangan selektif dalam kerangka menumbuhkan budaya ilmiah, malah setelah banyak di identifikasi dalam konteks mahasiswa Indramayu mayoritas terkesan konvensional. kenapa tidak, dalam maen shet dan orientasi berfikirnya sangat sederhana hanya sebatas mengejar selembar ijazah dan jabatan status sosial yang lebih tinggi dengan jabatan mahasiswanya, tanpa ada pemikiran untuk melakukan perubahan sosial kemasyarakatan dengan proses panjang kajian kritis mahasiswa sehingga konsekwensi logis yang terjadi mengalami kebingungan paska lulus dari kampusnya. Padahal telah lantang disuarakan oleh pemikir terkemuka Libanon bahwa Perhatian utama dari kerja intelektual kritis ( Mahasiswa ) adalah menciptakan konsep – konsep yang dapat memberikan sumbangan dalam menegakkan hal – hal yang ditemukan oleh struktur dunia, seperti kekecauan dan kekosongan.” Artinya adalah semua harapan dan cita – cita masyarakat, bangsa dan negara tidak akan tercapai jika para kaum intelektualnya pun tidak mampu memahami dan memberikan solusi terbaik atas kekacauan publik dan kekosongan yang terjadi disekelilingnya.

Kesadaran inilah yang secepatnya dibangun secara siastematis dalam ranah kampus dan sektor – sektor kampus di Indramayu. Paradigma berfikir yang harus dibangun oleh mahasiswa sekarang adalah bagaimana kemudian dimanapun tempatnya berpijak mampu memberikan kontribusi ide dan gagasan konstuktif dan membangun.

Senada dengan bahasa Paulo Freire salah satu filsuf dan pakar pendidikan Brazil yang memetakan tipologi kesadaran manusia dalam tiga kategori; Pertama, kesadaran magis ( Magic Conscousness), kedua, kesadaran naif ( Naival Consciousness ); Ketiga Kesadaran kritis ( Critical Consciousness ).

1. Kesadaran Magis merupakan jenis kesadaran paling determinis. Seorang manusia tidak mampu memahami realitas sekaligus dirinya sendiri. Bahkan dalam menghadapi kehidupan sehari-harinya ia lebih percaya pada kekuatan taqdir yang telah menentukan. Bahwa ia harus hidup miskin, bodoh, terbelakang dan sebagainya adalah suatu "suratan taqdir" yang tidak bisa diganggu gugat. Ini sangat disayangkan jika selama masa kuliah dihabiskan masih dalam kapasitas ini sehingga pasti akan tidak mampu menjadi inspirasi untuk orang lain karena selalu apa yang terjadi didasarkan pada takdir semata tanpa ada analisis yang mendalam tentang segala persoalan yang terjadi dimasayarakat.

2. Kesadaran Naif adalah jenis kesadaran yang sedikit berada di atas tingkatan-nya dibanding dengan sebelumnya. Kesadaran naif dalam diri manusia baru sebatas mengerti namun kurang bisa menganalisa persoalan-persoalan sosial yang berkaitan dengan unsur-unsur yang mendukung suatu problem sosial. Ia baru sekedar mengerti bahwa dirinya itu tertindas, terbelakang dan itu tidak lazim. Hanya saja kurang mampu untuk memetakan secara sistematis persoalan-persoalan yang mendukung suatu problem sosial itu. Apalagi untuk mengajukan suatu tawaran solusi dari problem sosial.

3. Kesadaran Kritis adalah jenis paling ideal di antara jenis kesadaran sebelumnya. Kesadaran kritis bersifat analitis sekaligus praksis. Seseorang itu mampu memahami persoalan sosial mulai dari pemetaan masalah, identifikasi serta mampu menentukan unsur-unsur yang mempengaruhinya. Disamping itu ia mampu menawarkan solusi-solusi alternatif dari suatu problem sosial. Dan tipologi ketiga inilah harapan kita bersama untuk sahabat sebagai regenerasi yang nanti akan mampu menjawab persoalan – persoalan yang terjadi di sekelilingnya.

Maka sebuah keniscayaan bahwa mahasiswa Indramayu hari ini harus memiliki target lebih untuk mencapai kearifan sebagai kaum muda regenarasi kepemimpinan bangsa, tanpa ada orientasi konvensional dan selalu berfikir pesimis, mahasiswa kedepan harus lebih punya motivasi tinggi untuk membangun institusi yang digeluti dengan berproses serius untuk mematangkan nalar analisis, peningkatan kapasitas integritas keilmuan dan managerial organisasi dengan lebih aktif mengakses informasi sebagai referensi untuk kebutuhan sekaligus konsumsi untuk menentukan arah gerak pribadi mahasiswa dan aktif di setiap bentuk agenda ilmiah dikampus ataupun di luar kampus.

Selasa, 22 Juni 2010

Konstalasi Obyektif Politik Indramayu

Indramayu yang tidak bisa terpisahkan dengan klaim kota mangganya menjadi sebuah justifikasi yang harus bisa dibuktikan bukan hanya mimpi tak berharga. Dalam berbagai pergulatan sejarah Indramayu seakan tidak dapat bangun dari keterpurukan dan terkesan lari di tempat dalam berbagai aspek, baik soial, ekonomi, budaya bahkan Indeks pembangunan manusiapun sebagai parameter keberhasilan indramayu tidak juga menemukan perubahan yang signifikan. Kalau kita internalisasi dari sebuah fakta yang tidak bisa di elakkan dari kondisi obyektif potensi sumberdaya alam baik pariwisata atau potensi laut yang cukup menjadi icon Indramayu jika saja mempunyai orientasi positif pemerintahan hari ini dalam mengembangkan dan membangun eksistensi daerah bukan hanya mampu berkompetisi dalam tataran regional tapi juga akan mampu bersaing dalam kancah nasional bahkan internasional. Indramayu butuh pemimpin dan insan yang bertangan dingin yang ahirnya kemudian mampu menjadikan harapan kesejahteraan masyarakan indramayu bukan hanya angan yang tak juga kunjung tiba kapan masanya. Elit politik sibuk dengan berbagai macam strateginya melakukan move - move politik, strategi politik untuk merebut kekuasaan dan lumbung - lumbung basah dan sttategis, Akademisinya juga terkontaminasi dengan rayuan - rayuan dan angin - angin surga penguasa sehingga ekses yang luar basa terjadi pendidikan di politisasi menjadi akademisi pragmatis tanpa berfikir bagimana membangun eksistensi pendidikan indramayu sebagai sebuah amanah UU bahwa sejatinya spirit awal pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. banyak juga fakta lain sebagai sebuah kenyataan yang kita tidak dapat menghindar melainkan ikut memberikan rekomendasi akan nilai yang harus dijunjung tinggi sehingga dapat memberikan solusi akan kenyataan yang carut marut. Sangat bisa dibuktikan dan bukan celotehan anak bangsa yang kosong ketika ratusan guru menjadi boneka boneka kekuasaan yang disetir untuk pengamanan mantan kadisdik Suhaeli yang jelas -jelas melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dan jelas Permendagri no 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah bahwa pejabat yang berwenang dalam pembuatan surat keputusan adalah bupati. dan faktanya SK no.927/Disdik.4.januari.2008 menjadi bukti otentik melanggar peraturan perundang - undangan yang berlaku yang harusnya mendapatkan sangsi hukum tapi saat ini penegak hukumnya pun mandul tak berarti, tetap saja koruptor dan pelanggar - pelanggar hukum mampu dengan mudah keluar dari ranjau hukum itu sendiri.
Dalam membangun pemerintahan tidak ayal elit politik menghalalkan segala cara untuk memenangkan dan merebut kepentingan politiknya, tidak juga hilang bahkan telah menjadi hal yang lumrah katanya, itu juga terjadi saat dimana sekarang indramayu akan menghadapi momentum demokrasi untuk memilih siapakah yang akan memimpin paska Bupati yang sekarang ada. tanggal 18 agustus perhelatan besar PEMILUKADA 2010 di usung dan juga tak ayal menuju beberapa hari kedepan banyak i8rama politik yang memanaskan atmosfer politik Indramayu. tahapan pemilukada telah berjalan dan KPU indramayu sedang sibuk mengatur sebagai panitia dan Panwaslu sebagai Wasitnya.
Satu momentum ranai dan kontrofersi ketika hari terahir pendaftaran cabup dan cawabup kenapa tidak partai Demokrat bak artis yang diperebutkan 2 pasangan Cabup dan cawabup sehingga hampir terjadi baku hantam.
Banyak dan ramai isu beredar di permukaan bahwa ada beberapa partai politik yang di bonsai oleh incumbent yang telah 10 tahun memimpin Indramayu dan faktanya dilapangan terjadi partai - partai yang diarahkan untuk merapat mengusung pasangan yang telah dikehendaki partainya dan istri bupati itu sendiri yang resmi diusung. salah satu contoh partai demokrat yang awalnya di klaim mengusun9 pasangannya tapi ternyata tidak bisa dibuktikan secara definitif.



Rabu, 09 Juni 2010

Babak Baru Mahasiswa Indramayu

Kalau orang mengatakan Indramayu salah satu daerah yang tidak mendukung ketika berhadapan dengan atmosfer gerakan, memang itu hanya alasan yang klasik menjadi ekses negatif sehingga tak urung harapan menjadi kawah candradimuka kaum muda ( Baca : Mahasiswa) memilih untuk menjadi babu akan nafsu hedonisme tidak berarti. Sambil menyelam minum susu, mungkin bahasa itulah yang harus menjadi prinsip yang mampu memacu kita semua warga pergerakan Indramayu untuk lebih mencari disela perkuliahan, sehingga pemahaman yang lebih komprehensif tentang pemahaman mahasiswa masa kini dalam mengarungi perjalanan zaman yang banjir akan kemunafikan, kenyataan yang timpang dan hegemoni kekuasaan yang tidak bisa di elakkan lagi menuntut kaum muda untuk memberi solusi akan kenyataan pahit tadi, tidak usah jauh - jauh kasus mantan kadisdik yang menyeret pendidik - pendidik Indramayu terpolitisir oleh penguasa saat ini saat turun aksi membela tanpa sedikitpun memperhatikan konsekwensi logis anak didik tidak mendapatkan haknya karena ditinggalkan gurunya turun kejalan. sedang mahasiswanya tak ayal terjebak pada ruang - ruang pragmatisme. Masih ingatkah kita semua dengan bahasa yang lantang di suarakan Ali Harb dalam bukunya Kritik nalar Al-Qur'an bahwa "konsentrasi utama dari intelektual kritis adalah menciptakan kosep - konsep baru yang berarti untuk menghilangkan kekosongan, kesalahan yang ditemukan dalam struktruktur dunia". Bangunlah sahabatku dari tidur panjangmu untuk terus menyuarakan kebenaran yang hakiki menuju masyarakat yang terbebaskan tidak dibohongi oleh antek antek elit politik yang telah jauh dari harapan dan kebanggan kita semua. Atas nama mahasiswa Indramayu bersatulah mahasiswa Indramayu, acungkan terus tangan kirimu sebagai simbol perlawananan akan kekuasaan yang tidak berpihak akan kesejahteraan rakyat dan masyarakat Indramayu.

salam

Salam pembuka untuk ku sentuh seluruh sahabat penjuru dunia agar dapat menjadi sahabat syering ku. tak juga sungkan ku ingin sahabat sambut uluran tanganku menjadi kekuatan tak tepisahkan. bersemilah kedamaian dan kebahagiaan hakiki untuk kita sekalian, hangat sapaan dari sahabat semua juga ku harapkan. kritik membangun, masukan motifasi hidup juga ku ingin bukakan pintuku lebar - lebar untuk silahkan masuki.